Dalam sebuah relationship tidak jarang ditemukan seorang pria yang jenuh dengan pasangan wanitanya, tapi banyak sekali ditemukan bahwa wanita cenderung ingin memiliki sepenuhnya pasangan mereka. Sementara pria ingin lebih leluasa sebagaimana waktu yang dimilikinya, wanita ingin selalu berada dekat2 dengan pasangannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Belum ada research khusus dari para psychlogists dan scientists untuk hal ini. Sementara ini ada beberapa proyek yang dikerjakan oleh para psychologist tentang female psychology.
Gaya relationship pada setiap kultur juga mempengaruhi cara berpikir pasangan, entah itu pria ataupun wanita. Namun hampir kebanyakan wanita di hampir seluruh belahan dunia akan bersikap 'sama' dalam menyikapi pria pada sebuah relationship, yaitu mempunyai sikap 'membatasi'.
Satu hal yang terbiasa wanita lakukan pada pasangannya adalah selalu mengecek keberadaan pasangan mereka. Semakin berkembangnya kemajuan tekhnologi, tentulah mudah untuk mengecek bagi para wanita yang penasaran dengan keberadaan pasangan mereka. Kenapa kita, para wanita tidak bisa menghilangkan atau meredam rasa penasaran yang begitu menggebu-gebu, sementara pria bisa dengan mudahnya menikmati gejolak rasa penasarannya didalam hati? Kenapa kita tidak bisa setenang pria dalam bersikap?
Priapun Sama Dengan Wanita
Pria tidaklah beda dengan wanita dalam sebuah perasaan. Pun bisa sesensitif wanita dalam berperasaan. Maka sudah seharusnya kitapun mampu dalam mengontrol emosi. Hal yang paling mudah untuk dilakukan dalam mengontrol emosi adalah pikirkan hal yang sama jika kita berada diposisi pasangan kita. Apakah perasaan kita enak jika kita terus diinterogasi, apakah perasaan kita senang kalau mempunyai pasangan yang posesif?
Rubahlah kata 'Jangan..'
Anda tidak bisa untuk tidak mengeluarkan rasa penasaran anda pada pasangan anda? itu lumrah. Karena anda adalah wanita. Tapi bagaimana caranya agar anda merasa comfortable untuk mengutarakan rasa penasaran anda? Contohnya, jika pasangan anda pergi ke sebuah acara, dan anda ingin mengatakan 'jangan pulang malam ya....', mungkin akan lebih enak dan romantis kalau kalimatnya dirubah menjadi 'Pulangnya telat nanti ya?..'. Kalimat terakhir adalah sebuah syarat keberatan anda pada pasangan, dan yang lebih lagi sebagai sebuah perhatian yang tidak mengekang.
Lakukan aktifitas
Kalau pasangan anda sedang bersama teman2nya, atau sedang melakukan sebuah aktifitas yang disukainya. Hal yang paling baik adalah jangan berada didekatnya. Jika pasangan anda tidak keberatan dengan keberadaan anda disampingnya, dengan mengajak anda sebagai teman, berarti tidak ada masalah. Namun akan lebih baik dan bijak untuk relationship anda yang sehat jika and memberikan waktu dan ruang untuk pasangan anda bersenang2 dengan 'dunia'nya sendiri. Lakukan aktifitas yang sama seperti yang pasangan anda sedang lakukan. Jika pasangan anda sedang berkumpul dengan teman2, kenapa hal ini tidak anda jadikan sebagai ide yang bagus juga untuk berkumpul bersama teman2 anda? pergi ke gym, ke cinema, ke salon, pokoknya lakukan aktifitas yang membuat ruang anda sedikit fresh.
Diatas hanyalah sekedar tips kecil untuk menyikapi pasangan anda secara normal tanpa pembatasan yang anda berpikir bahwa anda berhak melakukannya. Relationship adalah sebuah pembelajaran untuk bersikap lebih dewasa dalam hidup. Relationship yang gagal atau sukses bukanlah sebuah gambaran sukses tanpa masalah dan gagal tanpa kesuksesan. Apapun keadaan anda saat ini dalam relationship, jangan pernah lupa kalau kita semua sedang belajar.
Author: Sri Agustiani Hanniffy
About the author:
Terlahir di Jakarta Utara dan menimba ilmu psikologi di Dublin Ireland.
Article source: Free Humanities Articles.
Post a Comment